Pengalaman paling bahagia
PENGALAMAN YANG PALING BAHAGIA
Nama saya adalah ANGGORO SIGIT PRASETYO saya akan menceritakan hal yangt paling menyenangkan dalam hidup saya .
Pengalaman paling bahagia saya adalaha pada masuk pusdiklat PPLP ragunan dalam bidang bulutangkis . ternyata perjuangan saya selama 4 tahun tidak sia sia , saya masuk pusdiklat ragunan seleksi selama 5 hari sebanyak pesrta 2500 . sebener nya saya tidak yakin bias terpilih dengan peserta sebnyak itu , saya terus bedoa dan yakin kunci utama dalam bermain bulutangtkis ada lah yakin .
Hari pertama seleksi , saya dan peserta yang lain daftar ulang peserta dan abis itu saya di giring sama pak pelatih ke lapangan basket saya di situ di tes kelenturan tubuh saya dan memeriksa bagian tubuh saya . pada saat tes kelenturan tubuh saya saya di bimbing sama pak pelatih cara tes keleturan tuh kaya begini , di tunjukkan lah seperti kayang dan saya lupa apa lagi . setelah semua terlaksana peserta dan saya mendapatkan surat satu satu yang ber isi , selamat anda maju ketahap selanjutnya , dan saya berucap alhamdulilah , dan peserta yang lain sudah ada yang terhenti di hari pertama .
Hari ke dua seleksi , saya berangkat dari rumah pukul 05.00 untuk menuju gelanggang ragunan , karena seleksi akan di ada di adakan pada pukul 07.00 , saya sampai di sana bertemu peserta yang lain ,saya memberanikan diri untuk memperkenalkan diri saya ke peserta lain , ternyata peserta yang saya kenalan ternyata cukup jauh rumahnya dia dateng dari kalimatan untuk mengikuti seleksi tersebut, katanya dia saya akan menapikan yang terbaik di sini , saya pun dalam hati saya juga akan menampilkan yang sebaik mungkin . Dan seleksi pun di mulai pukul 07.00 saya di berifing sebentar sama pak pelatih untuk tahap selanjutnya tes fisik , dan saya berganti pakaian setelah itu di bagi perkelompok satu pelatih memegang peserta sebanyak 15 peserta dan di kasih pita dilengan saya setiap kelompok berbeda beda pita karena takut ketukar dengan peserta yang lain , dan tes fisik pertama ada lah saya seprin sejauh 100 meter sebanyak 2 kali daan 200 meter sebanyak 3 kali dan terakhir 400 meter sebanyak 2 kali itu di hitung pake stopwhact dan saya tidak di kasih tau berpa menit saya berlari saya bedoa semoga saya yang terbaik amin . setelah seleksi seprint selesai saya dan peserta selanjutnya saya tes injuran , injuran itu daya tahan tubuh selama kita lari selama 15 menit sejauh 400 meter dan alhamdulilah saya mendapatkan 8 putran lapanagan bola . Setelah itu saya istirahat selama 30 mmenit dan saya bertemu sama atlit ragunan yang terlebih dahulu masuk dan saya meliat mereka latihan ternyata cara bermain bulutangkisnya sangat piawai dalam memainkan raketnya. Istirahat selama 30 menit pun berakhir saya di berifing kembali dan saya melanjutkan kembali seleksi pada kali ini saya di suruh pembibing di tes kuda kuda , pus up , sit up , back up masing masing 200 , pas sit up saya hampir tidak bias terlaksa sampai 200 kali saya baru 180 perut saya mulai bergetar bertanda mau kram dan saya paksa alhamdulilah saya sampai di angka 200 kali walau pun saya sedikit putus asa . hari kedua pun selesai saya mendapatkan amplot yang berisi selamat kamu maju di tahap selanjutnya , saya bersyukur bisa masuk tahap selanjutnya .
Hari ke tiga , sama kaya hari hari sebelumnya saya di berifing terlebih dahulu sebelum melaksanakan tugas , peserta di hari ketiga mulai berkurang derastis menjadi 250 peserta , semua peserta di Tanya satu per satu sama pak pelatih , “ misalkan kamu terpilih di pusdiklat ini apa yang mau kamu kasih “ saya dengan tenggas menjawab saya akan memberikan yang terbaik untuk pusdiklat ini saya akan berjuang sekuat tenga saya dan saya akan berlatih sungguh sungguh untuk menggapai prestasi saya . setelah semua menjawab pertanyaan dari pak pelatih seleksi keterampilan dalam bidang bulutangkis pun di mulai , pak pelatih pun membuat bagan untuk membuat pertandingan , dan pelatih pun bilang ke semua peserta saya engga menentukan kalah dan menang saya akan memilih yang pandai memiankan kok dan teknik memukul yang benar . Dan saya pun di panggil untuk bermain pertama saya di lapangan merasa gerogi kalo kata orang jawa demam panggung , dan alhadulilah saat bermain saya merasa nyaman sekali entah karena apa , mungkin orang tua saya mendoakan saya dari jauh , karena tanpa restu orang tua saya , saya tidak bisa menjadi apa apa . saya bermain di lapangan selama 1 jam stamina saya sudah menurun karena lamanya di lapangan , dan game pun berakhir saya menang di game pertama ini walaupun stamina saya berkurang saya tetep sengat dan yakin bisa memenangkan pertandingan ini . Seleksi pun selesai saya bersyukur bisa bermain bagus di lapangan walaupun saat baru mulai saya agak gerogi . biasanya setelah seleksi saya mendapatkan amplop , ternyata amplopnya di bagikan hari selanjut nya karena hari selanjutnya libur waktu untuk ber istirahat semua peserta , hari besoknya saya ber istirahat di rumah saya memanjakan diri saya di dengan memijat semua otot otot saya , dan orang tua saya yang mengambil amplot ter sebut dan saya di telpon sama orang tua saya , katanta nak kamu berasil masuk ketahap selanjuttnya kamu harus lebih focus lagi untuk menggapi ciita cita kamu , saya menjawab : iya pak sigit akan berusa sekuat kemampuan sigit pak .
Hari ke empat , saya kembali lagi ke ragunan seperti hari ke hari pertama saya berifing dulu dan saya melihat sekeliling saya jumlah peserta semakin sedikit menjadi 50 orang ternyata kata pak pelatih akan di pilih menjadi 14 orang 10 laki laki dan 4 perampuan , dan saya pun berdoa semoga saya salah satunya dan hari ke empat ini ada lah tes kesehatan di sana saya di periksa bagian tubuh saya , saya juga kurang begitu mengerti di? Saya jawap tidak dan dokder memeberi kertas selembar di tulisannya lulus , dan saya periksa amandel dan alhamdulilah saya juga tidak ada amandelnya dan kertas yang tadi di luluskan , bila saya gagal di di amandel saya gagal sampai disini , dan yang terakhir saya di ronsen apakah paru paru saya sehat apa tidah , hasil paru paru di kasih taunya hari selanjutnya karena tidak sebentar untuk mengetau hasil ronsennya sehabis tes saya dan peserta yang lain di suruh latihan bareng sama yang sudah duluan ikut audisi dan saya merasa sudah di terima saja , padahal hasil tes ronsen hasilnya akan di keluarkan besok , setelah latihan usai saya makan bersama sama senior saya dan saya merasa senang sekali bisa makan bareng sama senior saya .
Hari ke lima , ini adalah penentuan saya masuk tidaknya pusdiklat ragunan dan saya menunggu selama 3 jam dari jam yang di tentukan , hasil pun keluar dan alhamdulilah saya keterima dan saya merasa senang sekali karena perjuangan saya tidak sia sia untuk mewujutkan impian saya , dan teman saya tidak keterima dia menangis dan saya pun ikut merasakan kan kesediannya , dan saya berusaha menangkannya walau pun saya tau dia lebih tua dari saya setaun , saya memeluk orang tua saya dengan rasa bangga dan percaya diri karena tanpa ada nya orang tua saya tidak tau menjadi apa , dalam hidup saya yang terutama ada lah orang tua saya saya merasa sangat senang sekali , cukup sekian cerita saya ANGGORO SIGIT PRASETYO .
Nama saya adalah ANGGORO SIGIT PRASETYO saya akan menceritakan hal yangt paling menyenangkan dalam hidup saya .
Pengalaman paling bahagia saya adalaha pada masuk pusdiklat PPLP ragunan dalam bidang bulutangkis . ternyata perjuangan saya selama 4 tahun tidak sia sia , saya masuk pusdiklat ragunan seleksi selama 5 hari sebanyak pesrta 2500 . sebener nya saya tidak yakin bias terpilih dengan peserta sebnyak itu , saya terus bedoa dan yakin kunci utama dalam bermain bulutangtkis ada lah yakin .
Hari pertama seleksi , saya dan peserta yang lain daftar ulang peserta dan abis itu saya di giring sama pak pelatih ke lapangan basket saya di situ di tes kelenturan tubuh saya dan memeriksa bagian tubuh saya . pada saat tes kelenturan tubuh saya saya di bimbing sama pak pelatih cara tes keleturan tuh kaya begini , di tunjukkan lah seperti kayang dan saya lupa apa lagi . setelah semua terlaksana peserta dan saya mendapatkan surat satu satu yang ber isi , selamat anda maju ketahap selanjutnya , dan saya berucap alhamdulilah , dan peserta yang lain sudah ada yang terhenti di hari pertama .
Hari ke dua seleksi , saya berangkat dari rumah pukul 05.00 untuk menuju gelanggang ragunan , karena seleksi akan di ada di adakan pada pukul 07.00 , saya sampai di sana bertemu peserta yang lain ,saya memberanikan diri untuk memperkenalkan diri saya ke peserta lain , ternyata peserta yang saya kenalan ternyata cukup jauh rumahnya dia dateng dari kalimatan untuk mengikuti seleksi tersebut, katanya dia saya akan menapikan yang terbaik di sini , saya pun dalam hati saya juga akan menampilkan yang sebaik mungkin . Dan seleksi pun di mulai pukul 07.00 saya di berifing sebentar sama pak pelatih untuk tahap selanjutnya tes fisik , dan saya berganti pakaian setelah itu di bagi perkelompok satu pelatih memegang peserta sebanyak 15 peserta dan di kasih pita dilengan saya setiap kelompok berbeda beda pita karena takut ketukar dengan peserta yang lain , dan tes fisik pertama ada lah saya seprin sejauh 100 meter sebanyak 2 kali daan 200 meter sebanyak 3 kali dan terakhir 400 meter sebanyak 2 kali itu di hitung pake stopwhact dan saya tidak di kasih tau berpa menit saya berlari saya bedoa semoga saya yang terbaik amin . setelah seleksi seprint selesai saya dan peserta selanjutnya saya tes injuran , injuran itu daya tahan tubuh selama kita lari selama 15 menit sejauh 400 meter dan alhamdulilah saya mendapatkan 8 putran lapanagan bola . Setelah itu saya istirahat selama 30 mmenit dan saya bertemu sama atlit ragunan yang terlebih dahulu masuk dan saya meliat mereka latihan ternyata cara bermain bulutangkisnya sangat piawai dalam memainkan raketnya. Istirahat selama 30 menit pun berakhir saya di berifing kembali dan saya melanjutkan kembali seleksi pada kali ini saya di suruh pembibing di tes kuda kuda , pus up , sit up , back up masing masing 200 , pas sit up saya hampir tidak bias terlaksa sampai 200 kali saya baru 180 perut saya mulai bergetar bertanda mau kram dan saya paksa alhamdulilah saya sampai di angka 200 kali walau pun saya sedikit putus asa . hari kedua pun selesai saya mendapatkan amplot yang berisi selamat kamu maju di tahap selanjutnya , saya bersyukur bisa masuk tahap selanjutnya .
Hari ke tiga , sama kaya hari hari sebelumnya saya di berifing terlebih dahulu sebelum melaksanakan tugas , peserta di hari ketiga mulai berkurang derastis menjadi 250 peserta , semua peserta di Tanya satu per satu sama pak pelatih , “ misalkan kamu terpilih di pusdiklat ini apa yang mau kamu kasih “ saya dengan tenggas menjawab saya akan memberikan yang terbaik untuk pusdiklat ini saya akan berjuang sekuat tenga saya dan saya akan berlatih sungguh sungguh untuk menggapai prestasi saya . setelah semua menjawab pertanyaan dari pak pelatih seleksi keterampilan dalam bidang bulutangkis pun di mulai , pak pelatih pun membuat bagan untuk membuat pertandingan , dan pelatih pun bilang ke semua peserta saya engga menentukan kalah dan menang saya akan memilih yang pandai memiankan kok dan teknik memukul yang benar . Dan saya pun di panggil untuk bermain pertama saya di lapangan merasa gerogi kalo kata orang jawa demam panggung , dan alhadulilah saat bermain saya merasa nyaman sekali entah karena apa , mungkin orang tua saya mendoakan saya dari jauh , karena tanpa restu orang tua saya , saya tidak bisa menjadi apa apa . saya bermain di lapangan selama 1 jam stamina saya sudah menurun karena lamanya di lapangan , dan game pun berakhir saya menang di game pertama ini walaupun stamina saya berkurang saya tetep sengat dan yakin bisa memenangkan pertandingan ini . Seleksi pun selesai saya bersyukur bisa bermain bagus di lapangan walaupun saat baru mulai saya agak gerogi . biasanya setelah seleksi saya mendapatkan amplop , ternyata amplopnya di bagikan hari selanjut nya karena hari selanjutnya libur waktu untuk ber istirahat semua peserta , hari besoknya saya ber istirahat di rumah saya memanjakan diri saya di dengan memijat semua otot otot saya , dan orang tua saya yang mengambil amplot ter sebut dan saya di telpon sama orang tua saya , katanta nak kamu berasil masuk ketahap selanjuttnya kamu harus lebih focus lagi untuk menggapi ciita cita kamu , saya menjawab : iya pak sigit akan berusa sekuat kemampuan sigit pak .
Hari ke empat , saya kembali lagi ke ragunan seperti hari ke hari pertama saya berifing dulu dan saya melihat sekeliling saya jumlah peserta semakin sedikit menjadi 50 orang ternyata kata pak pelatih akan di pilih menjadi 14 orang 10 laki laki dan 4 perampuan , dan saya pun berdoa semoga saya salah satunya dan hari ke empat ini ada lah tes kesehatan di sana saya di periksa bagian tubuh saya , saya juga kurang begitu mengerti di? Saya jawap tidak dan dokder memeberi kertas selembar di tulisannya lulus , dan saya periksa amandel dan alhamdulilah saya juga tidak ada amandelnya dan kertas yang tadi di luluskan , bila saya gagal di di amandel saya gagal sampai disini , dan yang terakhir saya di ronsen apakah paru paru saya sehat apa tidah , hasil paru paru di kasih taunya hari selanjutnya karena tidak sebentar untuk mengetau hasil ronsennya sehabis tes saya dan peserta yang lain di suruh latihan bareng sama yang sudah duluan ikut audisi dan saya merasa sudah di terima saja , padahal hasil tes ronsen hasilnya akan di keluarkan besok , setelah latihan usai saya makan bersama sama senior saya dan saya merasa senang sekali bisa makan bareng sama senior saya .
Hari ke lima , ini adalah penentuan saya masuk tidaknya pusdiklat ragunan dan saya menunggu selama 3 jam dari jam yang di tentukan , hasil pun keluar dan alhamdulilah saya keterima dan saya merasa senang sekali karena perjuangan saya tidak sia sia untuk mewujutkan impian saya , dan teman saya tidak keterima dia menangis dan saya pun ikut merasakan kan kesediannya , dan saya berusaha menangkannya walau pun saya tau dia lebih tua dari saya setaun , saya memeluk orang tua saya dengan rasa bangga dan percaya diri karena tanpa ada nya orang tua saya tidak tau menjadi apa , dalam hidup saya yang terutama ada lah orang tua saya saya merasa sangat senang sekali , cukup sekian cerita saya ANGGORO SIGIT PRASETYO .
Komentar
Posting Komentar