Berfikir Induktif
Berfikir Induktif
Generalisasi
:
Generalisasi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah
gejala dengan sifat-sifat tertentu mengenai semua atau sebagaian dari gejala
serupa. Dari sejumlah fakta atau gejala khusus yang diamati ditarik kesimpulan
umum tentang sebagian atau seluruh gejala yang diamati itu. Proses penarikan
kesimpulan yang dilakukan dengan cara itu disebut dengan generalisasi. Jadi,
generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian
gejala yang diamati. Karena itu suatu generalisasi mencakup ciri-ciri esensial
atau yang menonjol, bukan rincian. Di dalam pengembangan karangan, generalisasi
perlu ditunjang atau dibuktikan dengan fakta-fakta, contoh-contoh, data
statistik, dan sebagainya yang merupakan spesifikasi atau ciri khusus sebagai
penjelasan lebih lanjut.
Contoh
:
Murid
laki-laki itu pergi ke sekolah, dia memakai seragam sekolah.
Murrid
perempuan itu pergi ke sekolah, dia memakai seragam sekolah.
Generalisasi
: Semua murid yang pergi ke sekolah memakai seragam sekolah.
Generalisasi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
·
Generalisasi dengan loncatan induktif.
Generalisasi
dengan loncatan Induktif adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari
sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang
belum diselidiki. Contoh : Hampir seluruh remaja di Indonesia sudah menggunakan
handphone Blackberry.
·
2.
Generalisasi tanpa loncatan induktif.
Generalisasi
tanpa loncatan induktif adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang
menjadi dasar penyimpulan diselidiki. Contoh : sensus penduduk.
Analogi
:
Analogi
adalah suatu perbandingan yang mencoba membuat suatu gagasan terlihat benar
dengan cara membandingkannya dengan gagasan lain yang mempunyai hubungan dengan
gagasan yang pertama.
Jenis-jenis analogi :
·
Analogi induktif.
Analogi
induktif, yaitu analogi yang disusun berdasarkan persamaan yang ada pada dua
fenomena, kemudian ditarik kesimpulan bahwa apa yang ada pada fenomena pertama
terjadi juga pada fenomena kedua. Analogi induktif merupakan suatu metode yang
sangat bermanfaat untuk membuat suatu kesimpulan yang dapat diterima
berdasarkan pada persamaan yang terbukti terdapat pada dua barang khusus yang
diperbandingkan.
Contoh
: Nindy terpaksa di cutikan dari Universitas Gunadarma karena terlambat mengisi
KRS. Tria juga akan di cutikan dari Universitas Gunadarma jika dia terlambat
mengisi KRS.
·
2.
Analogi deklaratif.
Analogi
deklaratif merupakan metode untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang
belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal. Cara ini
sangat bermanfaat karena ide-ide baru menjadi dikenal atau dapat diterima
apabila dihubungkan dengan hal-hal yang sudah kita ketahui atau kita percayai.
Contoh : metode pengajaran yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswanya
haruslah memiliki waktu yang efektif. Pemberian materi kepada mahasiswa
sebaiknya sesuai dengan kapasitas mahasiswa sejauh mana mahasiswa dapat
menampung materi yang diberikan. Sama halnya dengan ember yang terus menerus
diisi air, pada akhirnya akan tumpah juga jika terus menerus diisi dengan air.
Hubungan kausal
penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling
berhubungan. Hubungan kausal (kausalitas) merupakan perinsip sebab-akibat yang
sudah pasti antara segala kejadian, serta bahwa setiap kejadian memperoleh
kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu
atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya, merupakan hal-hal yang diterima
tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan. Keharusan dan keaslian sistem kausal
merupakan bagian dari ilmu-ilmu manusia yang telah dikenal bersama dan tidak
diliputi keraguan apapun.
Macam hubungan kausal :
1. Sebab- akibat.
Contoh: Penebangan liar dihutan mengakibatkan tanah
longsor.
2. Akibat – Sebab.
Contoh: Andri juara kelas disebabkan dia rajin belajar
dengan baik.
3. Akibat – Akibat.
Contoh:Toni
melihat kecelakaan dijalanraya, sehingga Toni beranggapan adanya korban
kecelakaan.
d.) Hipotesa dan Teori
Hipotese (hypo“di bawah“, tithenai“menempatkan“) adalah
semacam teori atau kesimpulan yang diterima sementara waktu untuk menerangkan
fakta-fakta tertentu sebagai penentu dalam peneliti fakta-fakta tertentu sebagai
penuntun dalam meneliti fakta-fakta lain secara lebih lanjut. Sebaliknya teori
sebenarnya merupakan hipotese yang secara relatif lebih kuat sifatnya bila
dibandingkan dengan hipotese.
Contoh :
Tanzi & Davoodi (1998) membuktikan bahwa dampak korupsi
pada pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan melalui empat hipotesis (semua dalam
kondisi ceteris paribus) :
Hipotesis pertama: tingginya tingkat korupsi memiliki
hubungan dengan tingginya investasi publik. Politisi yang korup akan
meningkatkan anggaran untuk investasi publik. Sayangnya mereka melakukan itu
bukan untuk memenuhi kepentingan publik, melainkan demi mencari kesempatan
mengambil keuntungan dari proyek-proyek investasi tersebut. Oleh karena itu,
walau dapat meningkatkan investasi publik, korupsi akan menurunkan
produktivitas investasi publik tersebut. Dengan jalan ini korupsi dapat
menurunkan pertumbuhan ekonomi.
Hipotesis kedua: tingginya tingkat korupsi berhubungan
dengan rendahnya penerimaan negara. Hal ini terjadi bila korupsi berkontribusi pada
penggelapan pajak, pembebasan pajak yang tidak sesuai aturan yang berlaku, dan
lemahnya administrasi pajak. Akibatnya adalah penerimaan negara menjadi rendah
dan pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat.
Hipotesis ketiga: tingginya tingkat korupsi berhubungan
dengan rendahnya pengeluaran pemerintah untuk operasional dan maintenance.
Seperti yang diuraikan pada hipotesis pertama, politisi yang korup akan
memperjuangkan proyek-proyek investasi publik yang baru. Namun, karena yang
diperjuangkan hanya proyek-proyek yang baru (demi mendapat kesempatan mencari
keuntungan demi kepentingan pribadi) maka proyek-proyek lama yang sudah
berjalan menjadi terbengkalai. Sebagai akibatnya pertumbuhan ekonomi menjadi
terhambat.
Hipotesis keempat: tingginya tingkat korupsi berhubungan
dengan kualitas investasi publik. Masih seperti yang terdapat dalam hipotesis
pertama, bahwa dengan adanya niat politisi untuk korupsi maka investasi publik
akan meningkat, namun perlu digarisbawahi bahwa yang meningkat adalah
kuantitasnya, bukan kualitas. Politisi yang korup hanya peduli pada apa-apa
yang mudah dilihat, bahwa telah berdiri proyek-proyek publik yang baru, akan
tetapi bukan pada kualitasnya. Sebagai contoh adalah pada proyek pembangunan
jalan yang dana pembangunannya telah dikorupsi. Jalan-jalan tersebut akan
dibangun secara tidak memenuhi persyaratan jalan yang baik. Infrastruktur yang
buruk akan menurunkan produktivitas yang berakibat pada rendahnya pertumbuhan
ekonomi.
·
INDUKSI DALAM METODE EKSPOSISI
Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tenta
ng suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
Langkah menyusun eksposisi:
• Menentukan topik/tema
• Menetapkan tujuan
• Mengumpulkan data dari berbagai sumber
• Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
• Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.
SALAH NALAR
Salah nalar adalah kesalahan struktur atau proses formal penalaran dalam menurunkan kesimpulan sehingga kesimpulan tersebut menjadi tidak valid. Jadi berdasarkan pengertian tersebut, salah nalar bisa terjadi apabila pengambilan kesimpulan tidak didasarkan pada kaidah-kaidah penalaran yang valid. Terdapat beberapa bentuk salah nalar yang sering kita jumpai, yaitu: menegaskan konsekuen, menyangkal antiseden, pentaksaan, perampatan-lebih, parsialitas, pembuktian analogis, perancuan urutan kejadian dengan penyebaban, serta pengambilan konklusi pasangan.
Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tenta
ng suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
Langkah menyusun eksposisi:
• Menentukan topik/tema
• Menetapkan tujuan
• Mengumpulkan data dari berbagai sumber
• Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
• Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.
SALAH NALAR
Salah nalar adalah kesalahan struktur atau proses formal penalaran dalam menurunkan kesimpulan sehingga kesimpulan tersebut menjadi tidak valid. Jadi berdasarkan pengertian tersebut, salah nalar bisa terjadi apabila pengambilan kesimpulan tidak didasarkan pada kaidah-kaidah penalaran yang valid. Terdapat beberapa bentuk salah nalar yang sering kita jumpai, yaitu: menegaskan konsekuen, menyangkal antiseden, pentaksaan, perampatan-lebih, parsialitas, pembuktian analogis, perancuan urutan kejadian dengan penyebaban, serta pengambilan konklusi pasangan.
Komentar
Posting Komentar